Akrablah dengan Rencana
Menjadi seorang pembisnis atau pengusaha, harusnya sangat akrab dengan namanya "Rencana" atau planning. Setiap hari harus dipenuhi dengan rencana, baik itu rencana untuk esok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, 5 tahun kedepan, dan 10 tahun kedepan.
Kenapa ?
Karena rencana adalah representasi dari Impian, sebuah cita-cita. Cita-cita atau impian itu adalah cerminan dari Visi dan Misi keberadaan usaha kita. Sebuah usaha yang dibangun dengan visi dan misi yang kuat, akan terpantul pada cita-cita dan ambisi yang kuat.
Tentukan visi dan mimpi
Menjadi seorang pengusaha muda, tidak boleh memiliki visi lemah yang dapat dengan mudah dicapai. Menjadi seorang pengusaha muda haruslah seorang yang gila, yang memiliki cita-cita yang tak akan dapat digapai orang lain. Harus memiliki impian yang sangat jauh tetapi terukur.
Rencana yang Super
Setelah visi kita mantab. Kita memerlukan rencana. Rencana dibuat dengan berbagai perhitungan, dengan mempelajari peta dan jalan yang dilalui untuk mencapai ke tujuan / cita-cita kita. Sebuah rencana juga harus sama kuatnya dengan visi yang dimiliki. Kisah lama mengatakan, "Rencana adalah kita sudah melihat kemenangan perang bahkan sebelum perang dimulai".
Rencana yang dibuat harus detail, terukur, dan tentu saja disertai dengan indikator keberhasilan, ada beberapa parameter yang menandakan keberhasilan rencana kita.
Contoh Rencana
Seorang ingin mengunjungi alun-alun kota. Yang berarti dia harus memilih beberapa pilihan,
1. Memesan Ojek Online
2. Menggunakan Kendaraan Pribadi
3. Menggunakan Kendaraan Umum.
Ketiganya akan diputuskan dengan berbagai pertimbangan. Menggunakan kendaraan pribadi agar lebih fleksibel dengan prioritas kebebasan. Menggunakan Ojek Online untuk lebih cepat dan praktis dari sisi waktu dan biaya. Menggunakan kendaraan umum untuk harga yang murah apabila berorientasi pada "pengiritan".
Dia juga harus memperhitungkan berapa uang yang diperlukan untuk transportasi, untuk makan / jajan, dan sampai jam berapa dia akan pergi. Sekiranya para pembaca sekalian sudah sangat memahami apa saja yang perlu dilakukan, seolah-olah kita sudah sampai di alun-alun kota, padahal berangkat saja belum. Itulah rencana.
Rencana tidak akan 100% jaminan berhasil, akan ada banyak variable yang diluar kendali kita, seperti cuaca apabila tiba-tiba hujan deras, atau kendaraan yang kita tumpangi mengalami ban kempes. Hal tersebut perlu kita perhatikan agar tujuan kita sampai ke alun-alun kota dapat tercapai. Kita perlu mempersiapkan rencana cadangan, seperti membawa payung, memesan taksi online, menggunakan mobil pribadi, dan lain-lain.
Manusia adalah tempatnya rencana dan berusaha. Jangan takut untuk berencana dan bermimpi. Buatlah rencana sematang mungkin, jangan takut mengalami kegagalan, karena sejatinya hasil ada di tangan Tuhan. Manusia hanya dituntut untuk berencana, berusaha, dan berdoa. Rencana yang gagal itu lebih baik daripada kita tidak mengetahui sama sekali apa yang kita lakukan.
Rencanakan dengan baik, hitung dengan matang, maka kita sudah 1 langkah menuju cita-cita kita.
Quote of the day :
Kenapa ?
Karena rencana adalah representasi dari Impian, sebuah cita-cita. Cita-cita atau impian itu adalah cerminan dari Visi dan Misi keberadaan usaha kita. Sebuah usaha yang dibangun dengan visi dan misi yang kuat, akan terpantul pada cita-cita dan ambisi yang kuat.
Tentukan visi dan mimpi
Menjadi seorang pengusaha muda, tidak boleh memiliki visi lemah yang dapat dengan mudah dicapai. Menjadi seorang pengusaha muda haruslah seorang yang gila, yang memiliki cita-cita yang tak akan dapat digapai orang lain. Harus memiliki impian yang sangat jauh tetapi terukur.
Rencana yang Super
Setelah visi kita mantab. Kita memerlukan rencana. Rencana dibuat dengan berbagai perhitungan, dengan mempelajari peta dan jalan yang dilalui untuk mencapai ke tujuan / cita-cita kita. Sebuah rencana juga harus sama kuatnya dengan visi yang dimiliki. Kisah lama mengatakan, "Rencana adalah kita sudah melihat kemenangan perang bahkan sebelum perang dimulai".
Rencana yang dibuat harus detail, terukur, dan tentu saja disertai dengan indikator keberhasilan, ada beberapa parameter yang menandakan keberhasilan rencana kita.
Contoh Rencana
Seorang ingin mengunjungi alun-alun kota. Yang berarti dia harus memilih beberapa pilihan,
1. Memesan Ojek Online
2. Menggunakan Kendaraan Pribadi
3. Menggunakan Kendaraan Umum.
Ketiganya akan diputuskan dengan berbagai pertimbangan. Menggunakan kendaraan pribadi agar lebih fleksibel dengan prioritas kebebasan. Menggunakan Ojek Online untuk lebih cepat dan praktis dari sisi waktu dan biaya. Menggunakan kendaraan umum untuk harga yang murah apabila berorientasi pada "pengiritan".
Dia juga harus memperhitungkan berapa uang yang diperlukan untuk transportasi, untuk makan / jajan, dan sampai jam berapa dia akan pergi. Sekiranya para pembaca sekalian sudah sangat memahami apa saja yang perlu dilakukan, seolah-olah kita sudah sampai di alun-alun kota, padahal berangkat saja belum. Itulah rencana.
Rencana tidak akan 100% jaminan berhasil, akan ada banyak variable yang diluar kendali kita, seperti cuaca apabila tiba-tiba hujan deras, atau kendaraan yang kita tumpangi mengalami ban kempes. Hal tersebut perlu kita perhatikan agar tujuan kita sampai ke alun-alun kota dapat tercapai. Kita perlu mempersiapkan rencana cadangan, seperti membawa payung, memesan taksi online, menggunakan mobil pribadi, dan lain-lain.
Manusia adalah tempatnya rencana dan berusaha. Jangan takut untuk berencana dan bermimpi. Buatlah rencana sematang mungkin, jangan takut mengalami kegagalan, karena sejatinya hasil ada di tangan Tuhan. Manusia hanya dituntut untuk berencana, berusaha, dan berdoa. Rencana yang gagal itu lebih baik daripada kita tidak mengetahui sama sekali apa yang kita lakukan.
Rencanakan dengan baik, hitung dengan matang, maka kita sudah 1 langkah menuju cita-cita kita.
Quote of the day :
"Jika kita diberikan kapak dan waktu 4 jam untuk menebang sebuah pohon, gunakan yang 3 jam untuk mengasah kapak, dan 1 jam kemudian pohon akan tumbang dengan kapak yang tajam."
Comments
Post a Comment