Pola Berfikir Pengusaha
Ada perbedaan pola berfikir pengusaha dan Karyawan. Banyak sekali jargon yang diteriakkan, "Keluarlah dari Zona nyaman", dan sebagian orang berfikir, kalau udah nyaman, kenapa mesti keluar ? bukankah kita itu mencari kenyamanan ?
Dua pernyataan tersebut memang keduanya bertentangan, tetapi dilain sisi keduanya juga sama-sama logis atau masuk akal. Hanya masalah sudut pandang, persepsi, perspektif, atau pola berfikir.
Kembali ke topik yang dituliskan di judul, biar tidak dikira hanya pemancing pembaca :-D. Apa sih sebenarnya Pola Berfikir Pengusaha yang harus dipegang teguh oleh setiap diri orang yang mengaku pengusaha ?
Misalkan suatu ketika kita dan beberapa teman sedang duduk di sebuah halte bus, di siang hari yang puanas, beberapa teman kita mengeluhkan rasa dahaga yang menimpa, kita pun juga merasa bahwa menunggu bus di Halte tersebut memang cukup membuat kita merasa dahaga karena panas dan bosan.
Sudah bisa ditebak, apa yang akan difikirkan oleh pengusaha ? Yap, dia akan mencoba berjualan minuman sekedar es jus, atau minuman es cincau, atau lainnya yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang menunggu bus dilanda perasaan dahaga.
Tapi kan membuka usaha itu tidak semudah membuka kertas kado, kita perlu modal, kita perlu promosi, kita perlu tetek bengek lain. "Jika Anda berfikir demikian, maka perjalanan Anda masih jauh dari seorang pengusaha". Maaf sedikit pernyataan sepihak, karena untuk menumbuhkan pola pikir itu, sangatlah mudah dan fundamental, kita tidak perlu lantas serta merta harus berjualan es disana. Tetapi paling tidak, mindset kita sudah terpola untuk melihat peluang usaha.
Bagaimana cara melihat peluang usaha yang tepat menurut pola pikir pengusaha ?
Peluang usaha yang tepat hanya harus memiliki 2 syarat, Market Validation dan Business validation. Artinya ide usaha kita jaminan pasti laku, dan pasti untung dengan skema bisnis yang dibuat. Kita berjualan es, pasti laku, karena sudah terbukti disana orang-orang merasa dahaga. Pasti dibutuhkan, dengan harga yang pantas, market sudah bisa dinyatakan valid.
Lalu untuk Business validation akan kita bahas di kesempatan berikutnya. Tetaplah setia untuk memantau blog ini. Blog tanpa gambar ini hanya dibuat untuk Anda yang menyukai membaca.
Quote Of The Day :
Dua pernyataan tersebut memang keduanya bertentangan, tetapi dilain sisi keduanya juga sama-sama logis atau masuk akal. Hanya masalah sudut pandang, persepsi, perspektif, atau pola berfikir.
Kembali ke topik yang dituliskan di judul, biar tidak dikira hanya pemancing pembaca :-D. Apa sih sebenarnya Pola Berfikir Pengusaha yang harus dipegang teguh oleh setiap diri orang yang mengaku pengusaha ?
Misalkan suatu ketika kita dan beberapa teman sedang duduk di sebuah halte bus, di siang hari yang puanas, beberapa teman kita mengeluhkan rasa dahaga yang menimpa, kita pun juga merasa bahwa menunggu bus di Halte tersebut memang cukup membuat kita merasa dahaga karena panas dan bosan.
Sudah bisa ditebak, apa yang akan difikirkan oleh pengusaha ? Yap, dia akan mencoba berjualan minuman sekedar es jus, atau minuman es cincau, atau lainnya yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang menunggu bus dilanda perasaan dahaga.
Tapi kan membuka usaha itu tidak semudah membuka kertas kado, kita perlu modal, kita perlu promosi, kita perlu tetek bengek lain. "Jika Anda berfikir demikian, maka perjalanan Anda masih jauh dari seorang pengusaha". Maaf sedikit pernyataan sepihak, karena untuk menumbuhkan pola pikir itu, sangatlah mudah dan fundamental, kita tidak perlu lantas serta merta harus berjualan es disana. Tetapi paling tidak, mindset kita sudah terpola untuk melihat peluang usaha.
Bagaimana cara melihat peluang usaha yang tepat menurut pola pikir pengusaha ?
Peluang usaha yang tepat hanya harus memiliki 2 syarat, Market Validation dan Business validation. Artinya ide usaha kita jaminan pasti laku, dan pasti untung dengan skema bisnis yang dibuat. Kita berjualan es, pasti laku, karena sudah terbukti disana orang-orang merasa dahaga. Pasti dibutuhkan, dengan harga yang pantas, market sudah bisa dinyatakan valid.
Lalu untuk Business validation akan kita bahas di kesempatan berikutnya. Tetaplah setia untuk memantau blog ini. Blog tanpa gambar ini hanya dibuat untuk Anda yang menyukai membaca.
Quote Of The Day :
"Pengusaha selalu melihat "keluhan" sebagai peluang, dan para pecundang akan selalu melihat peluang sebagai keluhan dan pikirannya senantiasa membuat barrier terhadap peluang tersebut"
Comments
Post a Comment