Menghadapi Kegamangan Harian

Rasa gamang, atau merasa tidak ada kepastian untuk hari esok, akan dialami oleh semua pengusaha. Apakah besok produk akan laku ? apakah besok akan ada banyak client ? apakah bulan depan saya masih bisa mendapatkan keuntungan ? Setiap pengusaha selalu merasakan hal-hal tersebut. Khawatir dengan hari esok, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya.

Sebelumnya mungkin apabila Anda adalah seorang karyawan yang mendapatkan gaji bulanan, Anda mungkin tidak akan khawatir, karena awal bulan depan Anda akan mendapatkan gaji yang tetap. Tetapi saat Anda menjadi pengusaha, kekhawatiran akan tanggal muda mulai bergejolak, karena yang berarti di tanggal muda Anda harus mengeluarkan uang yang lebih untuk menggaji karyawan Anda.

Bagi beberapa orang, kekhawatiran akan hari esok menjadikan cambuk yang mana seorang pengusaha tidak akan beristirahat untuk mempersiapkan hari esok. Jika Anda sudah memiliki rencana yang matang, maka kengerian hari esok dapat diredam.

Apa sebenarnya maksud dari 3 paragraf diatas ? Seorang pengusaha harus memiliki rencana, rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk memberikan jaminan psikologis hari esok terhadap diri sendiri. Kita yakin project akan deal, kita yakin barang akan laku dengan rencana marketing yang sudah kita susun hari ini. Tetapi ingatlah, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, semuah hasil ada di tangan Tuhan.

Sudah menjadi hal yang biasa apabila para pengusaha muda merasakan sebuah kegelisahan tentang hari esok, justru malah disitulah seru nya dunia usaha. Berbeda dengan dunia karyawan yang mana kita akan bekerja pada Senin sampai Jumat, dan berlibur di Sabtu dan Minggu. Kita bisa merencanakan untuk akhir pekan, yang mana hal itu tidak akan terjadi untuk para pengusaha muda.


Akhir pekan adalah mitos, dan liburan adalah khayalan. Hampir tidak ada waktu untuk bermain dan jalan-jalan, kita akan menganggap bahwa jalan-jalan itu membuang waktu. Miris bukan ?

Mengapa kita mau menjadi pengusaha, jika waktu kita tersita habis untuk usaha kita ?

Semua adalah untuk masa depan, para pengusaha muda memutuskan untuk berjuang di belantara dunia ini, menjadi seorang petualang sejati karena sebuah keyakinan. Ini adalah awal dari kecerahan masa tua.

Apabila jumlah kesengsaraan dan kesenangan sudah ditetapkan, maka kita habiskan kesengsaraan itu di masa kini, waktu masih muda, dan biarkan masa tua kita tinggallah kesenangan yang tersisa. Mempersiapkan pensiun sejak dini adalah hal yang jarang orang pikirkan. Memangnya sampai kapan Anda akan menjadi karyawan ? pasti suatu saat akan digantikan oleh orang yang lebih muda dari kita.

Kembali ke Kegamangan, para pengusaha akan merasa gamang untuk hari esok, untuk jangka waktu dekat, tetapi mereka tidak akan merasa gamang untuk jangkauan masa yang panjang. Mereka tidak akan khawatir kehidupan mereka 5 tahun lagi, karena mereka sudah memilki rencana dan estimasi pendapatan di 5 tahun mendatang.

Berbeda dengan kegamangan para karyawan, yang mereka belum tentu tau nasib mereka 5 atau 10 tahun mendatang. Mengandalkan tabungan jaminan hari tua bukanlah hal yang bijak. Jika kita mau itung-itungan. Jaminan hari tua dibayarkan 5% dari gaji 1 bulan Anda saat ini. Yang mana berarti butuh 20 bulan untuk bisa mendapatkan kehidupan 1 bulan di masa tua.

Mungkin Anda berfikit "Kita kan bisa membuka usaha dengan uang itu". Baru memulai usaha di masa tua ? Are you kidding me ?

Quote Of The Day :
"Gamang adalah sebuah ritme keseruan usaha. Lebih baik gamang untuk jangka pendek, dan jelas di masa depan. Daripada merasa aman untuk jangka pendek, dan gamang untuk masa depan"

Comments

Popular posts from this blog

Sampai Kapan Jadi Karyawan ?

Pola Berfikir Pengusaha